♦ Kira-kira 07.15
Yang piket pada heboh nyapu. Si
trios yg udah agak lama datang malah tenang.tenang duduk. Tapi tiba-tiba
nyeletuk “eh, aku piket ya?” *gubrak! Ada gitu piket lupa? Oalah yos yos :D*
akhirnya pun dia piket. Sreg.. sreg… sreg… menyapulah dia. Dan abu pun memenuhi
ruangan XII IA 3 tercinta *bahasa ku…. lebay*
♦
Bel masuk
Teeetttt teeetttt teeeettttt
bunyilah bel yg tak seberapa itu *pletak! Penulis dilempar pak torus pake
penghapus papan tulis. Aku: sory pak sory. *kabur*. Semua pada noleh ijef
seolah-olah udah hapal sama kegiatannya yg selalu menyuruh batak.batak XII IA 3
baris. “BARIS….. BARIS…..!” tuh kan? Bener. Semua pada keluar, takut direpetin.
Tapi ya gimana? Dasar ipa 3 bandel.bandel. ada yg masi duduk.duduk, ada yg
masih ngegosipin kangen band *plak!*, ada yg katawa.ketawa gaje, pokoknya belum
ada yg baris dengan rapi. Ijef sang ketua kelas yg bijaksana, alim, berjiwa
pemimpin dan tidak sombong *leeeebbbbaaaayyy* pun mulai tereak.tereak lagi.
“woooiiii! Dengar bel kagak?” semua batak.batak pada grasak.grusuk baris di
depan kelas. Tapi tetep aja gak rapi dan masih tetap dengan gossip vokalis
kangen band yg masuk penjara karna narkoba. Ijef pun elus.elus dada menghadapi
‘bawahan.bawahan’ nya. Setelah beberapa lama ditunggu, guru mtk ipa 3 yg juga
wali kelas ipa 3 belum datang. Ijef pun mengutus *jiaaaakkakakakak* riko supaya
bertanya ke meja piket. Setelah berblablabla ria dengan bu’ AR, akhirnya riko
kembali membawa amanat dari sang guru piket. “pssstt pssst psssstt” bisik riko
pada ijef. Widya pun berkata “ijef, bu’ tu ga datang. Tadi dia sms aku”. Ijef
ya percaya.percaya aja. Secara, widya kan sekretaris, sering juga sms.an dengan
ibu’ itu. Jadi ijef pun teriak “perhatian.perhatian. karena pesawat akan segera
berangkat….”
(Aku: apaan? Lo pikir ini di
pesawat? Ijef: lah… kan elu yg nulis? Gue kan Cuma dapet peran dan baca naskah
aja. Yg tulis cerita kan elu? Aku: eh…? Oh iya. Maaf. Readers: WOOOOO!!
*digebukin* Aku: kan aku udah minta maaf. =.=” Okelah, lanjut aja. Ckckckc)
“perhatian kawan.kawan semua,
masukkkkk!!!!” langsung aja para penghuni ipa 3 berhamburan memasuki kelas
tercinta tersayang terterter lah. *hahahahahaa sumpah, kalo ingat cerita ini,
aku mau ketawa aja. Begini ceritanya*
Dien dan fery berebut masuk ke
dalam. Pake acara kaya di ovj gitu. Waktu dien mau masuk, sengaja nabrak
tembok. “kok pintunya ga belobang?” ana menjawab “itu bukan pintu tapi tembok”.
Tiba.tiba fery menyenggol *dengan sengaja pastinya* dien dan dien pun jatuh ke
lantai dan menimbulkan gempa berskala 1,5 R. *buseettt* “wkwkwkwwkwkwk” koor
anak ipa 3. Kemudian fery dkk mengangkat dien seperti mengangkat mayat. *bisa
bayangin?* dan meletakkannya (?) di kursi nya.
♦ pelajaran kimia
Setelah istirahat pertama, semua
pada masuk dan menunggu pak Tambunan datang. Tapi semua pada berunding mau beli
mie par.par NB: mie par.par adalh makanan kesukaan anak ipa 3. Jadi setelah
Tanya.tanya jawab.jawab bagi.bagi dan kali.kali, terkumpullah duitnya. Semua
pada heboh, mau pesan sehingga menimbulkan kegaduhan. Tiba-tiba tanpa diundang,
tanpa diminta dan dipanggil, masuklah bapak Sianipar dan duduklah dia di meja
guru. Anak ipa 3 yg tadinya grasak grusuk langsung duduk manis dan bersikap
tenang. “sebentar ya anak-anak. Saya mau
ceramah dulu” begitulah kira.kira katanya. Semua hanya diam. Yana yg pada saat
itu duduk di samping penulis yaitu saya sendiri, mengotak-atik hape titipan
anak ipa 5 yg sedang olahraga. Tiba-tiba… *backsound: suara mencekam*
♫♫terdengarlah suara music karena yana salah pencet.♫♫ kontan semua menoleh ke
arah yana. Dia pun pucat. Dan langsung menaruh hp itu ke dalam laci dan
disumpal dengan tas penulis yg sangat mahal itu. *plak!* kami berdua pura-pura
gak ada sesuatu. Untung saja Pak Sianipar tidak tahu. *fffiiiuuuuhhhh* tapi,
suara itu tetap saja masih terdengar. Saya selaku orang yg panadai
mengutak-atik, memperbaiki dan kadang menghancurkan pun berinisiatif untuk
mencabut baterai nya. :D tapi karena situasi yg tidak memungkinkan, jadi agak
susah. Setelah beberapa lama, barulah tercabut. Semua langsung lega.
♦ istirahat kedua
Mie par.par yg dipesan pun
datang. Semua yg mesan langsung mengambil punyanya masing.masing. tapi,
disinilah terdapat sebuah misteri. *backsound: suara kuntilanak* semua yg makan
mie par.par pada kepedasan dan bertanya-tanya. “kok pedes banget? Gak kaya
biasanya. What’s wrong?” Tanya hanna. “meneketehek. Wrong what lah” kata iin.
Mega dan mely yg sudah tidak tahan dengan rasa pedas yg berasal dari mie
par.par berlari ke koperasi dan memborong aqua. Kemudian menjajakannya di dalam
kelas dan langsung disambut tangisan bahagia semua penghuni ipa 3. *plak!*
“aqua aqua. Seribu 2 seribu 2” begitulah kira-kira mereka berjualan. Setelah
selesai makan mereka langsung bertanya pada yana. “yan? Ntar kita dikerjai anak
ipa 5? Nanti sengaja pula orang itu bilang ma uwak itu supaya pedas dibuat?”
kata iin. “taug akh gellap. Gue kan kagak tahu. tapi, seharusnya kita bersyukur
karena mereka mau membelikan kita mie par.par yg tidak seberapa ini” jawab yana
dengan aksen jakartanya. Tiba-tiba ijef masuk kelas dengan membawa sesuatu yg
disinyalir adalah es krim *memang es krim*. Semua menoleh ingin tahu dan
bertanya-tanya. “ini eskrim. Enak loh” jawab jefri waktu hanna bertanya.
“mmmmmmaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuu” semua pada lari ke koperasi. Penulis yg paling
males kalo keluar kelas tereak pada hanna “titiiiipppp”. Tak berapa lama,
mereka kembali dengan membawa eskrim. Dan terjadilah makan eskrim massal di
kelas XII IPA 3.
THE END
NOTE:
hahahaha aku kembali dengan membawa sebuah note tentang kelasku lagi. Kali ini
aku mengungkapkan keseharian anak ipa 3 yg jahil, diluar akal sehat dan tidak
dapat dicerna perut (?). *kapur bertebangan karena dilempar kea rah icha* sory
cuy! Bercanda. :D semoga para ummat ipa 3 menyukai catatan saya yg sangat tidak
bagus ini padahal sebenarnya bagus. *mau muji atau menghina? Plin plan amat*
saya undur diri. Papai…. :D
0 comments:
Post a Comment