Tuesday, February 7, 2012

5 April 2011

Posted by Elysa Afrilliani at 2:12 AM

Kira-kira 07.15
Yang piket pada heboh nyapu. Si trios yg udah agak lama datang malah tenang.tenang duduk. Tapi tiba-tiba nyeletuk “eh, aku piket ya?” *gubrak! Ada gitu piket lupa? Oalah yos yos :D* akhirnya pun dia piket. Sreg.. sreg… sreg… menyapulah dia. Dan abu pun memenuhi ruangan XII IA 3 tercinta *bahasa ku…. lebay*
♦  Bel masuk
Teeetttt teeetttt teeeettttt bunyilah bel yg tak seberapa itu *pletak! Penulis dilempar pak torus pake penghapus papan tulis. Aku: sory pak sory. *kabur*. Semua pada noleh ijef seolah-olah udah hapal sama kegiatannya yg selalu menyuruh batak.batak XII IA 3 baris. “BARIS….. BARIS…..!” tuh kan? Bener. Semua pada keluar, takut direpetin. Tapi ya gimana? Dasar ipa 3 bandel.bandel. ada yg masi duduk.duduk, ada yg masih ngegosipin kangen band *plak!*, ada yg katawa.ketawa gaje, pokoknya belum ada yg baris dengan rapi. Ijef sang ketua kelas yg bijaksana, alim, berjiwa pemimpin dan tidak sombong *leeeebbbbaaaayyy* pun mulai tereak.tereak lagi. “woooiiii! Dengar bel kagak?” semua batak.batak pada grasak.grusuk baris di depan kelas. Tapi tetep aja gak rapi dan masih tetap dengan gossip vokalis kangen band yg masuk penjara karna narkoba. Ijef pun elus.elus dada menghadapi ‘bawahan.bawahan’ nya. Setelah beberapa lama ditunggu, guru mtk ipa 3 yg juga wali kelas ipa 3 belum datang. Ijef pun mengutus *jiaaaakkakakakak* riko supaya bertanya ke meja piket. Setelah berblablabla ria dengan bu’ AR, akhirnya riko kembali membawa amanat dari sang guru piket. “pssstt pssst psssstt” bisik riko pada ijef. Widya pun berkata “ijef, bu’ tu ga datang. Tadi dia sms aku”. Ijef ya percaya.percaya aja. Secara, widya kan sekretaris, sering juga sms.an dengan ibu’ itu. Jadi ijef pun teriak “perhatian.perhatian. karena pesawat akan segera berangkat….”
(Aku: apaan? Lo pikir ini di pesawat? Ijef: lah… kan elu yg nulis? Gue kan Cuma dapet peran dan baca naskah aja. Yg tulis cerita kan elu? Aku: eh…? Oh iya. Maaf. Readers: WOOOOO!! *digebukin* Aku: kan aku udah minta maaf. =.=” Okelah, lanjut aja. Ckckckc)
“perhatian kawan.kawan semua, masukkkkk!!!!” langsung aja para penghuni ipa 3 berhamburan memasuki kelas tercinta tersayang terterter lah. *hahahahahaa sumpah, kalo ingat cerita ini, aku mau ketawa aja. Begini ceritanya*
Dien dan fery berebut masuk ke dalam. Pake acara kaya di ovj gitu. Waktu dien mau masuk, sengaja nabrak tembok. “kok pintunya ga belobang?” ana menjawab “itu bukan pintu tapi tembok”. Tiba.tiba fery menyenggol *dengan sengaja pastinya* dien dan dien pun jatuh ke lantai dan menimbulkan gempa berskala 1,5 R. *buseettt* “wkwkwkwwkwkwk” koor anak ipa 3. Kemudian fery dkk mengangkat dien seperti mengangkat mayat. *bisa bayangin?* dan meletakkannya (?) di kursi nya.
♦ pelajaran kimia
Setelah istirahat pertama, semua pada masuk dan menunggu pak Tambunan datang. Tapi semua pada berunding mau beli mie par.par NB: mie par.par adalh makanan kesukaan anak ipa 3. Jadi setelah Tanya.tanya jawab.jawab bagi.bagi dan kali.kali, terkumpullah duitnya. Semua pada heboh, mau pesan sehingga menimbulkan kegaduhan. Tiba-tiba tanpa diundang, tanpa diminta dan dipanggil, masuklah bapak Sianipar dan duduklah dia di meja guru. Anak ipa 3 yg tadinya grasak grusuk langsung duduk manis dan bersikap tenang. “sebentar ya anak-anak. Saya  mau ceramah dulu” begitulah kira.kira katanya. Semua hanya diam. Yana yg pada saat itu duduk di samping penulis yaitu saya sendiri, mengotak-atik hape titipan anak ipa 5 yg sedang olahraga. Tiba-tiba… *backsound: suara mencekam* ♫♫terdengarlah suara music karena yana salah pencet.♫♫ kontan semua menoleh ke arah yana. Dia pun pucat. Dan langsung menaruh hp itu ke dalam laci dan disumpal dengan tas penulis yg sangat mahal itu. *plak!* kami berdua pura-pura gak ada sesuatu. Untung saja Pak Sianipar tidak tahu. *fffiiiuuuuhhhh* tapi, suara itu tetap saja masih terdengar. Saya selaku orang yg panadai mengutak-atik, memperbaiki dan kadang menghancurkan pun berinisiatif untuk mencabut baterai nya. :D tapi karena situasi yg tidak memungkinkan, jadi agak susah. Setelah beberapa lama, barulah tercabut. Semua langsung lega.
♦ istirahat kedua
Mie par.par yg dipesan pun datang. Semua yg mesan langsung mengambil punyanya masing.masing. tapi, disinilah terdapat sebuah misteri. *backsound: suara kuntilanak* semua yg makan mie par.par pada kepedasan dan bertanya-tanya. “kok pedes banget? Gak kaya biasanya. What’s wrong?” Tanya hanna. “meneketehek. Wrong what lah” kata iin. Mega dan mely yg sudah tidak tahan dengan rasa pedas yg berasal dari mie par.par berlari ke koperasi dan memborong aqua. Kemudian menjajakannya di dalam kelas dan langsung disambut tangisan bahagia semua penghuni ipa 3. *plak!* “aqua aqua. Seribu 2 seribu 2” begitulah kira-kira mereka berjualan. Setelah selesai makan mereka langsung bertanya pada yana. “yan? Ntar kita dikerjai anak ipa 5? Nanti sengaja pula orang itu bilang ma uwak itu supaya pedas dibuat?” kata iin. “taug akh gellap. Gue kan kagak tahu. tapi, seharusnya kita bersyukur karena mereka mau membelikan kita mie par.par yg tidak seberapa ini” jawab yana dengan aksen jakartanya. Tiba-tiba ijef masuk kelas dengan membawa sesuatu yg disinyalir adalah es krim *memang es krim*. Semua menoleh ingin tahu dan bertanya-tanya. “ini eskrim. Enak loh” jawab jefri waktu hanna bertanya. “mmmmmmaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuu” semua pada lari ke koperasi. Penulis yg paling males kalo keluar kelas tereak pada hanna “titiiiipppp”. Tak berapa lama, mereka kembali dengan membawa eskrim. Dan terjadilah makan eskrim massal di kelas XII IPA 3.

THE END
NOTE: hahahaha aku kembali dengan membawa sebuah note tentang kelasku lagi. Kali ini aku mengungkapkan keseharian anak ipa 3 yg jahil, diluar akal sehat dan tidak dapat dicerna perut (?). *kapur bertebangan karena dilempar kea rah icha* sory cuy! Bercanda. :D semoga para ummat ipa 3 menyukai catatan saya yg sangat tidak bagus ini padahal sebenarnya bagus. *mau muji atau menghina? Plin plan amat* saya undur diri. Papai…. :D



0 comments:

Post a Comment

 

What Are You Lookin For? Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting